Tuhanku,runtutan karunia-MU telah melengahkan
aku untuk benar-benar bersyukur kepada-MU
Limpahan anugerah-MU telah melemahkan
aku untuk pujian atas-MU
Iringan ganjaran-MU telah menyibukkan
aku untuk menyebut kemulian-MU.....
Tuhan,rangkaian bantuan-MU telah melalaikan
aku untuk memperbanyak pujian pada-MU
Besarnya nikmat-MU tak terhingga sehingga
kelu lidahku meyebutkannya,namun rasa syukurku
memudar disamping limpahan angerah-MU.....
Karunia-MU sungguh tak terbilang sehingga
lumpuh akalku memahaminya.....
Bagaimana mungkin aku berhasil mensyukuri-MU,
karena syukurku pada-MU memerlukan syukur lagi.
doa cucu Rasulullah saw yang bernama Zainal Abidin yang digelari orang Al-Sajjad.
Rabu, 14 Oktober 2009
Kamis, 08 Oktober 2009
SILATURRAHIM ujungnya adalah RUKUN
SILATURRAHIM ujungnya adalah RUKUN
rukun dengan tetangga disebut Rukun Tetangga-RT,
rukun dengan warga disebut Rukun Warga-RW
sambungan yang lalu ...
Rasulullah SAW bahkan bersabda dalam HR Muslim : “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturrahim”
Dengan demikian, orang yang memutuskan silaturrahim boleh diibaratkan menantang lebih baik masuk neraka dari pada harus menyambung tali silaturrahim (!).
Inti dari apa yang saya sampaikan ini, ialah bahwa Masjid kita selesainya kapan, sih ?! Bukankah jumlah warga Bukit sekitar 1000 rumah, memiliki 300 mobil dan 600 motor. Menurut saya bahwa belum selesainya masjid juga indikator bahwa umat Islam di Bukit belum ber-RT dan ber-RW. Seandainya 2,5% gaji/pendapatan yang kita terima per bulan dikonsentrasikan dikumpulkan untuk menyelesaikan masjid, rasa-rasanya dalam waktu yang tidak terlalu lama masjid AL Ikhlas selesai, atau kita menunggu hasil pengumpulan/penjualan koran oleh FORMASI yang tiga bulan sekali itu.
Sebagai penutup, marilah kita bersama-sama menggunakan kekuatan silaturrahim untuk bahu membahu menyelesaikan segera renovasi Masjid Al Ikhlas yang Insya Allah akan menjadi kebanggaan kita semua, .... mumpung kita masih diberi waktu. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW dalam HR Asyahab : “Barangsiapa dibukakan baginya pintu kebaikan (rezeki), hendaklah memanfaatkan kesempatan itu (untuk berbuat baik), sebab dia tidak mengetahui kapan pintu itu akan ditutup baginya”. Pintu ditutup berarti ditutupnya hidayah Allah atau berarti juga, kita MATI. bersambung ke SILATURRAHIM II
rukun dengan tetangga disebut Rukun Tetangga-RT,
rukun dengan warga disebut Rukun Warga-RW
sambungan yang lalu ...
Rasulullah SAW bahkan bersabda dalam HR Muslim : “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturrahim”
Dengan demikian, orang yang memutuskan silaturrahim boleh diibaratkan menantang lebih baik masuk neraka dari pada harus menyambung tali silaturrahim (!).
Inti dari apa yang saya sampaikan ini, ialah bahwa Masjid kita selesainya kapan, sih ?! Bukankah jumlah warga Bukit sekitar 1000 rumah, memiliki 300 mobil dan 600 motor. Menurut saya bahwa belum selesainya masjid juga indikator bahwa umat Islam di Bukit belum ber-RT dan ber-RW. Seandainya 2,5% gaji/pendapatan yang kita terima per bulan dikonsentrasikan dikumpulkan untuk menyelesaikan masjid, rasa-rasanya dalam waktu yang tidak terlalu lama masjid AL Ikhlas selesai, atau kita menunggu hasil pengumpulan/penjualan koran oleh FORMASI yang tiga bulan sekali itu.
Sebagai penutup, marilah kita bersama-sama menggunakan kekuatan silaturrahim untuk bahu membahu menyelesaikan segera renovasi Masjid Al Ikhlas yang Insya Allah akan menjadi kebanggaan kita semua, .... mumpung kita masih diberi waktu. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW dalam HR Asyahab : “Barangsiapa dibukakan baginya pintu kebaikan (rezeki), hendaklah memanfaatkan kesempatan itu (untuk berbuat baik), sebab dia tidak mengetahui kapan pintu itu akan ditutup baginya”. Pintu ditutup berarti ditutupnya hidayah Allah atau berarti juga, kita MATI. bersambung ke SILATURRAHIM II
SILATURRAHIM ujungnya adalah RUKUN
SILATURRAHIM ujungnya adalah RUKUN
rukun dengan tetangga disebut Rukun Tetangga-RT,
rukun dengan warga disebut Rukun Warga-RW
sambungan yang lalu ...
Penulis pernah mendapat nasihat dari guru ngaji sewaktu kecil bahwa agar kita bisa secepat kilat melewati “shiraatal mustaqiem” ada 2 laku yang harus dilaksanakan, yaitu (1) Laku amanah dan (2) Laku silaturrahim.
Dalam silaturrahim, kita mengenal SENYUM-SALAM-SAPA dan A’a Gym menambahkan dengan SOPAN dan SANTUN.
Berkaitan dengan silaturrahim inilah, karena dianjurkan oleh agama saya (Islam), pada saat disuruh menjadi Ketua RW013 pada 23 April 2005 (krn tdk dipilih warga, begitu bunyi Surat Kaleng yang saya terima) saya mengedepankan motto : Selalu Tersenyum Dengan Tetangga. Menurut saya waktu itu, program Tersenyum ini merupakan program yang paling mudah, sehingga begitu masa kepengurusan berakhir saya dapat berbangga diri warga Bukit sudah saling melontarkan senyum ikhlas dengan tetangganya, yang berarti sudah dicapai persepsi yang sama tentang apa yang disebut hablumminannas, artinya sudah terbentuk komunal dari komunitas RT yang ada. Namun pada kenyataanya, lebih sulit dibanding membangun Sistem Keamanan Terpadu yang juga tidak berhasil.
Silaturrahim merupakan perintah Allah untuk senantiasa dipelihara, sebagaimana dalam An-Nisa 1, Allah berfirman :
Hai manusia, bertaqwalah kpd Rabbmu yg telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kpd Allah yang dengan menggunakan nama-NYA kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
Dalam Al Hujurat 13, Allah berfirman :
Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikannmu ber-bangsa2 dan ber-suku2 supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu.
Rasulullah SAW bersabda : “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya)” (HR. Muslim).
“Barangsiapa melapangkan kesusahan untuk seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari Kiamat, dan barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang, maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong kawannya................... dst.” (HR. Muslim). bersambung ....
rukun dengan tetangga disebut Rukun Tetangga-RT,
rukun dengan warga disebut Rukun Warga-RW
sambungan yang lalu ...
Penulis pernah mendapat nasihat dari guru ngaji sewaktu kecil bahwa agar kita bisa secepat kilat melewati “shiraatal mustaqiem” ada 2 laku yang harus dilaksanakan, yaitu (1) Laku amanah dan (2) Laku silaturrahim.
Dalam silaturrahim, kita mengenal SENYUM-SALAM-SAPA dan A’a Gym menambahkan dengan SOPAN dan SANTUN.
Berkaitan dengan silaturrahim inilah, karena dianjurkan oleh agama saya (Islam), pada saat disuruh menjadi Ketua RW013 pada 23 April 2005 (krn tdk dipilih warga, begitu bunyi Surat Kaleng yang saya terima) saya mengedepankan motto : Selalu Tersenyum Dengan Tetangga. Menurut saya waktu itu, program Tersenyum ini merupakan program yang paling mudah, sehingga begitu masa kepengurusan berakhir saya dapat berbangga diri warga Bukit sudah saling melontarkan senyum ikhlas dengan tetangganya, yang berarti sudah dicapai persepsi yang sama tentang apa yang disebut hablumminannas, artinya sudah terbentuk komunal dari komunitas RT yang ada. Namun pada kenyataanya, lebih sulit dibanding membangun Sistem Keamanan Terpadu yang juga tidak berhasil.
Silaturrahim merupakan perintah Allah untuk senantiasa dipelihara, sebagaimana dalam An-Nisa 1, Allah berfirman :
Hai manusia, bertaqwalah kpd Rabbmu yg telah menciptakanmu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kpd Allah yang dengan menggunakan nama-NYA kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
Dalam Al Hujurat 13, Allah berfirman :
Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikannmu ber-bangsa2 dan ber-suku2 supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling taqwa di antara kamu.
Rasulullah SAW bersabda : “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya)” (HR. Muslim).
“Barangsiapa melapangkan kesusahan untuk seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari Kiamat, dan barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang, maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong kawannya................... dst.” (HR. Muslim). bersambung ....
Rabu, 07 Oktober 2009
SAJAK PERTEMUAN MAHASISWA
matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan
lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan
kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : "kami ada maksud baik"
dan kita bertanya : "maksud baik untuk siapa ?"
ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :"maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?"
kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah - tanah di gunung telah dimiliki orang - orang kota
perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat - alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya
tentu, kita bertanya :"lantas maksud baik saudara untuk siapa ?"
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu - ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?
sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak - cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda
akan hidup di dalam mimpi
akan tumbuh di kebon belakang
dan esok hari
matahari akan terbit kembali
sementara hari baru menjelma
pertanyaan - pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra
di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !
RENDRA( jakarta, 1 desember 1977 )
SAJAK INI DIPERSEMBAHKAN KEPADA PARA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA DI JAKARTADAN DIBACAKAN DI DALAM SALAH SATU ADEGAN FILM "YANG MUDA YANG BERCINTA"
YANG DISUTRADARAI OLEH SUMANDJAYA
DARI KUMPULAN PUISI "POTRET PEMBANGUNAN DALAM PUISI"( PUSTAKA JAYA - 1996 )
mencium bau kencing orok di kaki langit
melihat kali coklat menjalar ke lautan
dan mendengar dengung di dalam hutan
lalu kini ia dua penggalah tingginya
dan ia menjadi saksi kita berkumpul disini
memeriksa keadaan
kita bertanya :
kenapa maksud baik tidak selalu berguna
kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga
orang berkata : "kami ada maksud baik"
dan kita bertanya : "maksud baik untuk siapa ?"
ya !
ada yang jaya, ada yang terhina
ada yang bersenjata, ada yang terluka
ada yang duduk, ada yang diduduki
ada yang berlimpah, ada yang terkuras
dan kita disini bertanya :"maksud baik saudara untuk siapa ?
saudara berdiri di pihak yang mana ?"
kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani kehilangan tanahnya
tanah - tanah di gunung telah dimiliki orang - orang kota
perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja
alat - alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya
tentu, kita bertanya :"lantas maksud baik saudara untuk siapa ?"
sekarang matahari semakin tinggi
lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala
dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
ilmu - ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?
sebentar lagi matahari akan tenggelam
malam akan tiba
cicak - cicak berbunyi di tembok
dan rembulan berlayar
tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda
akan hidup di dalam mimpi
akan tumbuh di kebon belakang
dan esok hari
matahari akan terbit kembali
sementara hari baru menjelma
pertanyaan - pertanyaan kita menjadi hutan
atau masuk ke sungai
menjadi ombak di samodra
di bawah matahari ini kita bertanya :
ada yang menangis, ada yang mendera
ada yang habis, ada yang mengikis
dan maksud baik kita
berdiri di pihak yang mana !
RENDRA( jakarta, 1 desember 1977 )
SAJAK INI DIPERSEMBAHKAN KEPADA PARA MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA DI JAKARTADAN DIBACAKAN DI DALAM SALAH SATU ADEGAN FILM "YANG MUDA YANG BERCINTA"
YANG DISUTRADARAI OLEH SUMANDJAYA
DARI KUMPULAN PUISI "POTRET PEMBANGUNAN DALAM PUISI"( PUSTAKA JAYA - 1996 )
Langganan:
Komentar (Atom)